Penyebab Septic Tank Penuh Air Dan Cara Mengatasinya

Penyebab Septic Tank Penuh Air Dan Cara Mengatasinya

Meskipun seringkali diabaikan, kenyataannya septic tank yang bermasalah mampu membuat seisi rumah pusing. Mulai dari masalah septic tank yang tersumbat, berbau tidak sedap hingga yang cepat penuh. Memang saat ini jasa penyedotan septic tank sudah banyak dan siap melayani 24 jam, namun jika penyedotan dilakukan terlalu sering karena banyaknya air yang masuk kedalam septic tank, tentu ini akan sangat merepotkan.

Jika hal ini terjadi, sebagai penghuni rumah Anda harus mengecek dan mencari tahu apa penyebab septic tank penuh air dan cara mengatasinya. Karena tidak mungkin jika setiap 2 bulan sekali harus memanggil jasa sedot WC bukan?

Penyebab Septic Tank Penuh Air Dan Cara Mengatasinya

Ada banyak hal yang membuat septic tank penuh air. Agar lebih memahaminya, berikut penyebab septic tank penuh air dan cara mengatasinya:

  1. Area pembuangan penuh dengan air karena hujan

Garis lateral yang terdapat pada saluran pembuangan bisa saja merembeskan air kedalam tanah. Jika air yang masuk ke saluran pembuangan terlalu banyak, maka air baru tidak akan bisa masuk ke saluran pembuangan.

Hal ini bisa dikarenakan hujan lebat hingga membuat debit air sekitar jadi tinggi dan akhirnya air masuk ke tangki septic. Sebagai pencegahan Anda bisa memasang ubin drainase di sekitar saluran pembuangan agar air tanah tidak mudah terserap masuk kedalam lubang septic tank. Jika setelah dipasang ubin, septic tank masih penuh air, maka hubungi jasa layanan septic tank untuk mengatasi masalah ini.

  1. Septic tank yang turun

Mungkin awalnya Anda membangun septic tank dengan ketinggian yang sudah tepat sesuai dengan standar yang ditetapkan SNI. Namun karena beban berat diatasnya, misalnya ketika Anda seringkali memarkir mobil diatas tangki septic tank, lantas septic tank pun mulai bergerak turun kedalam tanah. Nah, kondisi ini membuat air hujan lebih mudah masuk. Bahkan mungkin saja membawa sejumlah kecil tanah yang akan menambahkan padatan dibagian bawahnya.

Untuk mencegahnya, hindari meletakkan beban yang berat diatasnya seperti memarkir mobil. Jika septic tank sudah terlanjur penuh dengan air, Anda bisa melakukan penyedotan dan memasang ubin drainase disekitarnya.

  1. Septic tank yang tidak ramah bakteri

Septic tank yang sehat adalah septic tank yang kaya dengan bakteri pengurai. Masalahnya, seringkali Anda sebagai penghuni rumah abai dengan masalah ini. Anda seringkali mengatasi masalah dengan menambah masalah lain.

Misal ketika kloset kotor, Anda membersihkannya dengan pembersih lantai, atau ketika WC mampet Anda menggunakan soda api untuk menghilangkan sumbatan. Cara tersebut memang berhasil sesuai dengan tujuannya, namun dampaknya bakteri pengurai yang ada dalam septic tank pun juga akan ikut berkurang. Ketika bakteri pengurai berkurang, limbah padat akan membutuhkan waktu terurai lebih lama yang menyebabkan septic tank cepat penuh.

Untuk mengatasinya, Anda harus melakukan penyedotan terhadap tangki septik untuk membuat zat kimia tersebut. Setelah itu cobalah membeli obat penumbuh bakteri agar bakteri pengurai pada septic tank bisa kembali seperti sedia kala.

  1. Aliran pipa ledeng ke septic tank yang terlalu banyak

Beberapa orang mungkin sengaja mengalirkan pipa limbah air kotornya ke tangki septic agar lebih efisien. Namun pada kenyataannya, jika air yang mengalir terlalu banyak maka septic tank akan cepat dipenuhi oleh air. Apalagi ketika musim penghujan.

Untuk mengatasi masalah ini ada dua cara. Pertama, kontrol pemakaian air untuk mencuci, mandi atau wastafel. Pemakaian yang terlalu sering dalam waktu beberapa jam saja akan membuat septic tank mudah penuh.

Selanjutnya, untuk mengatasi permasalahan ini Anda bisa memanggil tukang ledeng. Mintalah untuk memutuskan sambungan pipa yang mengarah ke septic tank dan alihkan pipa pembuangan tersebut ke tempat lain.

  1. Lokasi septic tank yang kurang tepat

Ketika septic tank dibangun, pertimbangkan pula lokasinya. Sebaiknya bangun septic tank pada daerah yang memiliki air tanah dalam. Karena semakin tinggi permukaan air tanahnya, maka proses penguraian limbahnya juga kian lama. Apalagi ketika musim hujan daya penguraian limbah akan cenderung menurun hingga menyebabkan terjadinya penumpukan limbah.

  1. Penyedotan yang terlalu tuntas

Ketika septic tank penuh dengan air, salah satu cara mengatasinya adalah melakukan penyedotan. Namun kadang kala meskipun sudah disedot septic tank akan kembali penuh dalam waktu beberapa bulan saja. Hal ini bisa saja terjadi dikarenakan tim sedot WC menyedot terlalu tuntas. Artinya tidak ada lagi limbah padat atau cair didalamnya. Mengapa ini jadi masalah?

Ketika semua limbah disedot, maka begitupula dengan bakteri pengurai. Hasilnya, proses penguraian akan memakan waktu yang lama karena bakteri pengurai sudah banyak yang hilang.

Untuk mengantisipasi hal ini, sebaiknya Anda memilih jasa sedot WC yang sudah berpengalaman dan terpercaya. Hindari memilih jasa sedot WC asal – asalan karena bisa jadi malah menimbulkan masalah lain di kemudian hari.

  1. Jarang melakukan penyedotan

Banyak orang beranggapan jika sedot WC hanya dilakukan ketika WC penuh. Padahal sebaiknya sedot WC dilakukan sebelum septic tank penuh. Lakukan penyedotan paling tidak setahun sekali untuk merawat septic tank. Dan juga menghidari septic tank meluap tanpa Anda sadari.

Diatas adalah beberapa penyebab septic tank penuh air dan cara mengatasinya. Jika Anda memiliki masalah septic tank yang cepat penuh, mungkin beberapa hal diatas adalah penyebabnya. Cobalah cek dan atasi permasalahan ini sendiri. Jika masih belum membuahkan hasil, konsultasikan masalah ini dengan layanan septic tank atau layanan jasa sedot WC.  Semoga berhasil!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *